Bubble wrap adalah jenis plastik berisi banyak gelembung udara yang menonjol di permukaan yang fleksibel bisa digulung atau dilipat dengan tujuan untuk memproteksi barang. Biasanya jenis plastik ini banyak digunakan online seller atau jasa ekspedisi saat mengirimkan barang agar barang tidak mudah terguncang.
Selain manfaatnya yang besar, ternyata bubble wrap ini termasuk salah satu bahan yang ekonomis. Bahkan, harganya tidak dapat dibandingkan dengan kerugian yang ditanggung jika terjadi kerusakan pada barang.
Melalui artikel ini, Cekidot.id akan mengulas lebih lanjut tentang jenis, contoh, dan cara menggunakan bubble wrap dengan benar untuk proses pengiriman barang. Yuk, simak!
Jenis-Jenis Packing Bubble Wrap
Belum banyak yang tahu, ternyata bubble wrap mempunyai banyak jenis dalam penggunaannya untuk melindungi paket. Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis bubble wrap yang dapat digunakan, antara lain:
1. Bubble Wrap Umum

Bubble ini sebenarnya sudah terdiri dari dua jenis yaitu regular dan heavy duty. Ukuran bubble wrap yang standar sekitar 10mm dan 20mm di sisi datar saja. Jenis Bubble Wrap ini sangatlah cocok untuk bisa melindungi pengiriman produk rumah tangga pada umumnya.
Tipe yang kedua adalah heavy duty. Sama seperti namanya, Bubble Wrap jenis ini berhubungan erat dengan produk yang cenderung rusak dari penyimpanan. Jenis ini juga memiliki ukuran sekitar 10-20mm dan dua lapisan yang sama di luar maupun di dalam.
2. Bubble Wrap Foil

Bubble wrap jenis ini memiliki tampilan metalik yang khas, lebih ringan dan lembab. Bubble wrap jenis ini juga sangat cocok untuk pengemasan produk yang suhunya harus terkontrol.
Jenis ini juga memiliki kualitas thermal yang bisa mengatur suhu produk sehingga akan mengurangi risiko terjadi kerusakan akibat suhu tidak sesuai.
3. Bubble Wrap dengan Busa

Foam bubble ini seringkali disebut sebagai salah satu jenis bubble yang akan memberikan perlindungan ekstra. Hal ini tentunya karena jika Packing menggunakan bubble wrap ini maka busa yang didapatkan setebal 0.5mm.
Bubble wrap busa ini sangatlah cocok untuk jenis produk halus seperti kaca, elektronik atau produk lain yang perlu sekali penanganan khusus.
Bubble wrap jenis ini nantinya juga mampu menjaga kelembaban seluruh produk selama proses pengiriman barang logistik terjadi. Dengan demikian, produk ini nantinya akan langsung dapat mencegah tumbuhnya jamur atau bakteri.
4. Bubble Wrap Anti Static

Bubble wrap anti static biasanya akan lebih mudah dibedakan karena memiliki warna merah muda. Packing menggunakan bubble wrap anti-static ini sangat cocok untuk bisa langsung mengemas komponen listrik di mana sudah ada risiko listrik yang statis.
Ini menjadi salah satu kondisi yang berbahaya di mana listrik statis semakin menumpuk di wadah plastik dan bisa menyebabkan terjadinya kebakaran.
5. Bubble Wrap Protecta Soft Protective

Ini menjadi salah satu jenis bubble wrap yang tentunya akan memberikan perlindungan lebih, khususnya untuk produk rentan terhadap goresan. Protecta bubble wrap ini nantinya juga akan melindungi dari kelembaban dalam waktu cukup lama.
Sisi lain dari Packing menggunakan bubble wrap ini sudah dilaminasi dengan bahan yang lebih berkualitas tinggi. Secara umum, jenis ini seringkali digunakan untuk bisa melindungi furniture yang disimpan di gudang dalam waktu cukup lama.
6. Bubble Wrap Kertas Kraft

Ini menjadi salah satu jenis bubble wrap yang telah dilapisi kertas kraft lebih kuat. Packing menggunakan bubble wrap kertas kraft ini sebenarnya untuk bisa langsung mengemas berbagai macam barang-barang rumah tangga yang berat seperti furnitur berbentuk kayu.
Bubble wrap kertas kraft ini sebenarnya tidak hanya tahan benturan, namun juga dapat langsung melindungi permukaan dari goresan.
7. Bubble Wrap Kantong

Bubble wrap jenis ini sangatlah praktis, karena sudah mempunyai kantong untuk melindungin paket. Anda hanya perlu memasukkan paket ke dalam kantongnya tanpa perlu melipat-lipatnya kembali. Setelah memasukkan ke dalam kantong, Anda bisa menutupnya menggunakan segel penutup berperekat yang sudah tersedia.
8. Bubble Wrap Tabung

Bubble wrap tabung cocok digunakan untuk melindung paket yang berukuran lebih besar. Jenis ini mempunyai gelembung udara yang memanjang seperti produk makanan es kiko. Anda hanya perlu menggulungnya sebanyak satu kali untuk menggunakan bubble wrap tabung.
Cara Mudah Menggunakan Bubble Wrap yang Benar
Untuk bisa memastikan keamanan paket dalam perjalanan, maka sebaiknya Anda bisa memperhatikan cara packing menggunakan bubble wrap. Dibawah ini sudah ada beberapa tips packing barang dengan membungkus bubble wrap yang baik dan benar dengan mudah untuk keamanan produk.
1. Pilih Bubble Wrap yang Sesuai dengan Barangnya
Saat ini ada banyak sekali jenis bubble wrap yang dapat langsung digunakan untuk melindungi produk, seperti bubble wrap biasa, anti statis, heavy duti, wrap foil, dan lain sebagainya. Cara menggunakan bubble wrap yang pertama dengan memilih jenis bubble sesuai dengan kebutuhan Anda dan yang paling tepat.
Masing-masing jenis tersebut memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda. Bubble wrap umum merupakan jenis bubble wrap yang paling banyak tersedia di pasaran. Jenis ini paling banyak digunakan oleh olshop untuk mengemas produk mereka.
Baca juga: Begini Cara Packing Barang Elektronik Anti Rusak Sampai Tujuan
Untuk itulah Anda perlu memilih jenis bubble wrap mana yang paling pas untuk barang yang ingin diproteksi. Pastikan tidak terjadi kesalahan agar barang lebih aman dan efisien. Perhatikan ukuran produk, bahan produk, serta lama pengiriman dalam memilih jenis yang pas.
2. Gunakan Bubble Wrap Secukupnya
Langkah selanjutnya dengan menggunakan bubble wrap secukupnya. Ukur terlebih dahulu barang yang akan dikirim, kemudian ambil dengan memotong bubble wrap dengan pas sesuai ukuran barangnya.
Tips untuk menghemat bubble wrap tapi tetap aman adalah biasanya cukup menggunakan 2 lapis atau 2 kali ukuran barang untuk penggunaan bubble wrap yang umum. Hal ini bertujuan agar mudah dalam penggunaannya dan tetap menghemat biaya.
3. Pasang Bubble Wrap dengan Rapi
Cara menggunakan bubble wrap selanjutnya dengan membungkus produk yang hendak dikirimkan dengan bubble wrap. Cara membungkus paket dengan bubble wrap kurang lebih sama halnya dengan membungkus barang dengan kado.
Perlu diperhatikan, pasang bagian bubble wrap yang bergelembung terletak di bagian dalam dan bubble wrap yang rata terletak di bagian depan. Pastikan bungkus tersebut rapi dan tidak ada bagian bubble wrap yang sobek atau rusak.
Gunakan bubble wrap dengan ketebalan sudah sesuai sehingga keamanan produk pada saat proses pengiriman tetap terjamin.
4. Pasang Pelindung Tambahan Bila Perlu
Bila perlu, Anda bisa menambahkan kardus atau wadah tambahan di luar bubble wrap untuk barang pecah belah dengan penangan ekstra. Hal ini dikarenakan proteksi tidak hanya diperlukan untuk bagian dalam saja, namun bagian luar juga membutuhkannya.
5. Menggunakan Jasa Ekspedisi Terbaik
Gunakanlah jasa ekspedisi yang terbaik dan sudah berpengalaman dalam mengirimkan barang. Hal ini bertujuan agar paket yang Anda kirim bisa aman sampai hingga ke tujuan. Kamu bisa memilih jasa ekspedisi yang mempunyai harga terbaik dengan melakukan cek ongkir terlebih dahulu.
Nah itulah informasi yang bisa Cekidot.id berikan tentang apa itu bubble wrap, contoh, jenis, dan cara menggunakannya. Jangan sampai ada barang yang rusak sebelum tiba di tujuan. Jangan lupa untuk melakukan cek resi setelah barang dipacking dan mengirimkannya ke pihak ekspedisi. Selamat mencoba!




