Pernahkah kamu mendengar tentang investasi bodong? Investasi sendiri bisa berbentuk deposito, saham, obligasi maupun reksadana dan bisa memberikan keuntungan untuk berbagai keperluan masa depan.
Misalnya saja berinvestasi untuk dana pendidikan anak, tabungan masa depan, biaya pernikahan, dana pensiun dan lainnya. Semua orang boleh berinvestasi untuk keperluan apa saja.
Kalau kamu ingin berinvestasi, apa saja tujuan yang ingin diraih, pastikan untuk memilih institusi atau pihak pengelola uang secara cermat. Karena, ada banyak orang yang melakukan penipuan dengan menawarkan investasi bodong atau palsu.
Baca juga: Hati-Hati Modus Penipuan Online Paket COD yang Terus Beredar
Apa Itu Investasi Bodong?
Apa yang dimaksud dengan investasi bodong? Investasi bodong adalah suatu investasi di mana kamu akan diminta sejumlah uang guna membiayai produk atau bisnis yang sebenarnya tidak nyata.
Lalu, uang yang sudah diberikan tadi tiba-tiba akan hilang. Karena disimpan sendiri oleh orang yang meminta modal. Jadi, sudah pasti kamu akan kehilangan uang dan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.
Investasi yang benar dapat dikatakan sebagai jumlah uang yang diberikan oleh penanam modal untuk pihak pengelola. Lantas, hasil uang yang dikelola bisa dibagikan untuk investor berdasarkan kesepakatan.
Ciri-Ciri Investasi Bodong
Tidak jarang, ada sejumlah pihak yang mengatasnamakan investasi untuk melakukan penipuan. Mungkin kamu sendiri juga pernah membaca berita yang membahas tentang penipuan semacam ini.
Lalu bagaimana cara melihat suatu investasi itu bodong atau tidak? Sebenarnya penipuan investasi punya ciri tersendiri yang bisa kamu kenali. Pelajari ciri-ciri investasi bodong di bawah ini supaya kamu tidak menjadi korban penipuan.
1. Menjanjikan Keuntungan Besar
Salah satu ciri investasi bodong adalah menjanjikan keuntungan atau profit besar. Kalau ada orang yang menawarkan investasi dengan keuntungan terlalu besar dan terasa tidak masuk akal, maka jangan mengikutinya.
Contoh investasi bodong adalah saat ada seseorang yang menjanjikan keuntungan investasi sebesar 5% setiap bulan atau 60% setiap tahun. Jangan percaya begitu saja dengan janji semacam itu karena biasanya adalah penipuan.
2. Menjamin Untung dalam Waktu Cepat
Bagaimana cara melihat suatu investasi itu bodong atau tidak? Kamu bisa melihat dari tawaran keuntungannya akan didapatkan kapan. Jika janji keuntungannya diberikan dalam waktu cepat, maka kamu wajib waspada.
Contoh penipuan investasi bodong adalah memberikan jaminan keuntungan bunga sebanyak 5% setiap bulan dan akan langsung masuk ke rekening. Padahal, investasi yang benar akan memerlukan waktu cukup lama untuk bisa menghasilkan keuntungan.
Baca juga: Cara Memulai Bisnis Online dari Nol dengan Mudah, Semua Bisa!
3. Perusahaan Tidak Jelas Asal Usulnya
Apabila Anda ditawari untuk menanamkan modal di perusahaan yang tidak jelas asal usulnya, maka perlu curiga itu investasi bodong. Jika perusahaan tidak jelas di mana lokasinya, situs web tidak ada, tidak jelas pendirinya siapa, maka perlu waspada.
Perusahaan yang asli pasti mudah ditemukan alamatnya. Biasanya cukup dicari melalui internet, akan ada informasi alamatnya. Selain itu, biasanya juga sudah punya website yang memberikan informasi penting untuk para konsumen atau investor.
4. Tidak Mempunyai Izin
Ciri ciri investasi bodong lainnya ialah perusahaan tidak mempunyai izin beroperasi. Ketika suatu perusahaan tidak mempunyai izin, tentu patut dicurigai. Jadi, pastikan memilih perusahaan yang sudah mengantongi izin operasi dari pemerintah.
Jika masih berupa industri rumahan, tentu masih wajar jika belum mempunyai izin operasi dari pemerintah. Namun, jika perusahaan sudah membuka peluang investasi, tentu wajib punya izin operasi dari pemerintah.
5. Tidak diawasi OJK
Ketika berkaitan dengan OJK, aktivitas investasi harus diawasi oleh OJK atau BAPPEBTI. Jangan sampai tergiur dengan janji manis para penipu. Tanpa adanya pengawasan dari OJK, kamu akan lebih berisiko kehilangan uang.
Perusahaan yang terlibat investasi legal, harus mendapat pengawasan dari OJK. Apabila ada seseorang menawarkan investasi, coba kamu cari tahu dahulu apakah perusahaannya diawasi oleh OJK atau tidak.
6. Mengklaim Tidak Ada Risiko
Ciri investasi bodong lainnya ialah mengklaim tidak ada risiko. Padahal, setiap jenis investasi pasti punya risiko tersendiri. Bisa berupa risiko gagal bayar, rugi dan lain-lain.
Akan tetapi, kamu bisa mengantisipasi risikonya dengan belajar tentang investasi. Jadi, jangan tertipu dengan tawaran investasi yang bebas risiko, karena sudah pasti itu penipuan.
7. Cara Pengelolaan Investasi Tidak Jelas
Ketika kamu ditawari suatu investasi oleh seseorang, namun tidak dijelaskan seperti apa uangnya dikelola maupun seperti apa teknisnya, maka jangan percaya dengan orang tersebut. Itu termasuk ciri-ciri investasi bodong berupa pengelolaan yang tidak jelas.
Baca juga: Begini Alasannya Kenapa Kita Harus Segera Berbisnis Sejak Muda!
8. Menjanjikan Bonus untuk Member Baru
Kalau ada orang menjanjikan bonus untuk member baru yang berhasil kamu rekrut, maka bisa dipastikan itu termasuk investasi bodong. Karena, kamu perlu mengajak orang lain supaya turut berinvestasi juga.
Biasanya, penipu akan menawarkan bonus besar jika berhasil merekrut anggota. Padahal, investasi yang legal tidak memerlukan aktivitas perekrutan anggota.
Setelah mengenali berbagai ciri investasi palsu, tentu kamu wajib menghindarinya. Jangan mudah terjebak dengan iming-iming keuntungan besar dari investasi bodong.




