Ada banyak istilah pengiriman barang yang penting dipahami. Apalagi bila kamu harus berkecimpung di bidang ini, baik itu berperan sebagai pihak ekspedisi, pebisnis online maupun pembeli harus benar-benar paham supaya transaksi yang dilakukan minim kendala.
Biasanya istilah dalam bahasa Inggris maupun berbentuk singkatan adalah yang membuat bingung orang awam. Fungsi dari penggunaan istilah tersebut yaitu untuk mengidentifikasi status paket yang akan dikirimkan supaya tidak keliru.
Baca juga: Cara Mengecek Lokasi Paket Secara Real Time dan Akurat
Istilah-Istilah Dalam Pengiriman Barang
Mungkin pada awalnya memahami istilah dalam pengiriman barang mengingat jumlahnya banyak itu terasa cukup menyulitkan. Tapi, semuanya akan lebih mudah ketika kerap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat banyak istilah pengiriman barang dalam bahasa Inggris maupun bentuk singkatan yang biasanya dipakai untuk mengidentifikasi serta mengetahui status paket. Berikut ini daftar beberapa di antara istilahnya:
- Shipper: pengiriman barang yang melampirkan berbagai jenis dokumen, contohnya seperti packing list, BL atau bill of lading serta commercial invoice.
- Vessel: istilah yang dipakai untuk menyebut kapal.
- Voyage atau voy: nomor dari kapal keberangkatan.
- Consignee: istilah yang dipakai untuk menyebut penerima paket. Inilah penyebab alamat consignee harus dituliskan dengan jelas dan lengkap untuk meminimalkan potensi salah kirim.
- Descriptions of goods: istilah pengiriman barang untuk menyebut deskripsi isi paket tertera pada BL serta packing list.
- NW (Net Weight): berat bersih paket sebelum dikemas.
- GW (Gross Weight): berat kotor paket dikirim, di mana kemasan atau packing masuk dalam penghitungan.
- LCL atau Less Than Container Load: berat paket dikirimkan di bawah dari kapasitas standar container.
- CY atau Container Yard: pengiriman paket yang asalnya dari peti kemas atau tempat penumpukan kontainer.
- Stuffing: istilah pengiriman barang di mana proses memasukkan paket yang akan dikirimkan ke dalam container.
- FCL atau Full Container Loaded: pengiriman barang dengan container.
- Stripping: proses pembongkaran muatan dari container.
- Dry container: container yang dipakai untuk mengangkut paket biasa. Beberapa contohnya furniture, sembako, bahan bangunan dan lain-lain.
- Part of Shipment: pengiriman barang memakai satu container. Biasanya terdiri atas banyak nama shipper dengan satu tujuan.
- Istilah pengiriman barang reefer container: jenis container dengan fitur pengatur suhu dingin.
- DOOR: alamat gudang. Bisa juga diartikan sebagai lokasi asal pengambilan paket yang akan dikirimkan.
- ETA: perkiraan atau estimasi waktu kapal kargo datang.
- ETD: perkiraan waktu kapal kargo berangkat.
- BL: bukti pengiriman serta pengambilan barang.
- Port of Discharge atau POD: istilah pengiriman barang yang memiliki makna pelabuhan pembongkaran paket.
- Port of Loading atau POL: tempat atau pelabuhan muat.
- UTPK: bentuk singkatan dari unit tempat penumpukan peti kemas.
- DEPO: tempat penumpukan container yang kondisinya kosong.
- CT atau Closing Time: waktu penumpukan atau penutupan paket di gudang logistik.
- Open Stack atau OS: arti waktu pembukaan container.
- Delivery Order atau DO: surat bukti pengambilan container, dikeluarkan oleh shipping dan diberikan kepada pihak shipper.
Dari banyaknya istilah tersebut, mungkin ada sebagian sudah tidak asing ditelinga. Contohnya seperti delivery order, net weight dan gross weight. Sebab, biasanya kata ini dipakai saat melakukan pemesanan barang.
Baik itu istilah berbahasa Inggris maupun berbentuk singkat, sebaiknya coba pahami semuanya. Terlebih bila kamu merupakan pemilik bisnis yang memerlukan kerja sama pihak penyedia layanan ekspedisi. Istilah pengiriman barang akan memudahkan pemantauan proses nantinya.




