{"id":12866,"date":"2023-08-03T10:00:00","date_gmt":"2023-08-03T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/?p=12866"},"modified":"2024-09-25T15:46:38","modified_gmt":"2024-09-25T08:46:38","slug":"cara-cek-ongkir-jnt-cargo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/cara-cek-ongkir-jnt-cargo\/","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Cek Ongkir J&amp;T Cargo? Ini Panduannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Cara cek ongkir J&amp;T Cargo ternyata berbeda dengan cara cek ongkir pengiriman J&amp;T Express. Sebab meskipun berasal dari perusahaan yang sama, kedua layanan ini melayani jenis pengiriman yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>J&amp;T Express berfokus pada barang-barang bervolume kecil seperti baju, dokumen, dan lain sebagainya. Sedangkan J&amp;T Cargo hanya menerima barang bervolume besar misalnya motor, mobil, kardus besar, dan lain sebagainya, sehingga total ongkirnya juga tentu berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Cek Biaya Ongkir J&amp;T Cargo Melalui Web Resmi<\/h2>\n\n\n\n<p>Khusus untuk layanan Cargo, bagaimana cara mengetahui ongkir J&amp;T? Caranya mudah, kamu cukup mengakses website resmi mereka lalu mengakses menu untuk cek ongkos kirim. Sebagai panduan, berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Buka Situs Resmi J&amp;T Cargo<\/h3>\n\n\n\n<p>Buka situs web resmi J&amp;T Cargo (jtcargo.id) melalui perangkat komputer atau smartphone yang terhubung dengan internet.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pilih Menu &#8220;Cek Ongkir&#8221;<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk cara cek ongkir J&amp;T Cargo, cari dan klik menu &#8220;Cek Ongkir&#8221; pada halaman utama. Biasanya, menu ini dapat ditemukan di bagian atas halaman atau dalam menu navigasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Pilih Cara Pembayaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, pilih tab &#8220;Cara Pembayaran&#8221; lalu pilih salah satu opsi, yaitu &#8220;Tunai&#8221; atau &#8220;DFOD&#8221; (Delivery Fee On Delivery). Jika memilih DFOD, artinya biaya pengiriman akan dibebankan pada penerima paket, bukan pada pengirim.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Masukkan Informasi Berat Paket<\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, kamu perlu mengisi kolom berat barang sesuai perkiraan berat paket. Isi dengan akurat karena berat barang akan mempengaruhi tarif ongkir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Masukkan Kode Potongan Jika Ada<\/h3>\n\n\n\n<p>Isi juga kolom &#8220;Jumlah Potongan&#8221; jika ada.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Masukkan Kota Asal dan Tujuan<\/h3>\n\n\n\n<p>Tap menu &#8220;Kota Pengirim&#8221; dan &#8220;Kota Penerima&#8221; untuk memasukkan lokasi asal dan tujuan pengiriman. Pilih opsi provinsi dan kota sesuai dengan alamat pengirim serta penerima.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Informasi Hasil Ongkir J&amp;T Cargo Akan Muncul<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah semua informasi terisi dengan benar, tekan &#8220;Cek&#8221; untuk melihat informasi tarif ongkir J&amp;T Cargo.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Cek Ongkir J&amp;T Cargo Melalui Aplikasi<\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagai alternatif, kamu juga bisa memeriksa tarif ongkos kirim J&amp;T Cargo melalui aplikasi. Cara melakukannya sebenarnya sama saja, bedanya ini lebih praktis karena menu yang tersedia di aplikasi jauh lebih lengkap. Adapun langkah-langkah ceknya yaitu sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Unduh Aplikasi &#8220;J&amp;T Cargo&#8221; di AppStore atau PlayStore<\/h3>\n\n\n\n<p>Unduh aplikasi &#8220;J&amp;T Cargo&#8221; dari Play Store (untuk perangkat Android) atau App Store (untuk perangkat iOS) dan instal di smartphone kamu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Buka Aplikasi &#8220;J&amp;T Cargo&#8221;<\/h3>\n\n\n\n<p>Buka aplikasi &#8220;J&amp;T Cargo&#8221; setelah instalasi selesai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Masuk ke Menu Cek Ongkir<\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk cara cek ongkir J&amp;T Cargo, cari dan klik menu &#8220;Cek Ongkir&#8221; pada halaman beranda aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pilih Cara Pembayaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Di halaman berikutnya, pilih opsi &#8220;Tunai&#8221; atau &#8220;DFOD&#8221; (Delivery Fee On Delivery) sesuai dengan preferensi pembayaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Masukkan Berat Paket<\/h3>\n\n\n\n<p>Masukkan berat barang paket yang akan dikirimkan dan jumlah potongan (jika ada).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Masukkan Kota Asal &amp; Pengirim<\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, pilih lokasi &#8220;Kota Pengirim&#8221; dan &#8220;Kota Penerima&#8221; dengan memilih provinsi dan kota yang sesuai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Hasil Ongkir J&amp;T Cargo Akan Muncul<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, klim tombol &#8220;Cek&#8221; untuk melihat informasi tarif ongkir J&amp;T Cargo.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara di atas, kamu tidak perlu datang langsung ke kantor cabang atau agen J&amp;T Cargo untuk mengecek ongkirnya. Cukup ikuti kedua panduan cara cek ongkir J&amp;T Cargo ini agar prosesnya menjadi lebih praktis dan mudah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara cek ongkir J&amp;T Cargo ternyata berbeda dengan cara cek ongkir pengiriman J&amp;T Express. Sebab meskipun berasal dari perusahaan yang sama, kedua layanan ini melayani jenis pengiriman yang berbeda. J&amp;T Express berfokus pada barang-barang bervolume kecil seperti baju, dokumen, dan lain sebagainya. Sedangkan J&amp;T Cargo hanya menerima barang bervolume besar misalnya motor, mobil, kardus besar, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":14272,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":{"0":"post-12866","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-logistik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12866"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12866"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12866\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14119,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12866\/revisions\/14119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12866"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12866"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12866"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}