{"id":12519,"date":"2023-06-30T10:00:00","date_gmt":"2023-06-30T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/?p=12519"},"modified":"2024-11-01T11:30:10","modified_gmt":"2024-11-01T04:30:10","slug":"modus-penipuan-online-paket-cod","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/modus-penipuan-online-paket-cod\/","title":{"rendered":"Hati-Hati Modus Penipuan Online Paket COD yang Terus Beredar"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernahkah kamu mendengar berita tentang penipuan online paket COD? Sekarang ini tindak kejahatan memang mulai menyerang ke berbagai aspek termasuk belanja online.<\/p>\n\n\n\n<p>Belanja online sendiri adalah aktivitas yang sangat mudah dan menyenangkan. Tidak perlu pergi ke luar rumah, barang akan tiba di rumah. Cukup klik beberapa tombol di marketplace atau e-Commerce menggunakan gadget.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena kemudahan belanja online, banyak pelaku kejahatan yang memanfaatkannya demi meraup keuntungan pribadi. Mereka mengirimkan paket COD supaya mendapat uang dari penerima paketnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Penipuan Paket COD<\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun sangat menguntungkan bagi pembeli, ternyata banyak oknum yang memanfaatkannya untuk melakukan penipuan paket COD. Sebenarnya sudah banyak jenis penipuan online yang memakan korban.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, sekarang ini modus penipuan pengiriman paket COD semakin marak karena semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke belanja online. Jadi, membuka peluang besar bagi para oknum kejahatan untuk beraksi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/peraturan-cod-di-indonesia\/\" data-type=\"post\" data-id=\"12570\">Inilah Aturan COD yang Harus Dipahami oleh Pembeli dan Penjual<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Penipuan online COD biasanya dilakukan dengan mengatasnamakan pihak penjual. Lalu, menyamar memakai akun palsu di media sosial. Jadi, kamu harus berhati-hati supaya tidak menjadi korban penipuan semacam ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-ciri Modus Penipuan Paket COD<\/h2>\n\n\n\n<p>Supaya kamu tidak menjadi korban penipuan online COD, tentu harus tahu seperti apa ciri-ciri tindak kejahatan tersebut. Jadi, bisa lebih berhati-hati ketika belanja online.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Oknum Penjual Palsu di Media Sosial<\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu ciri-ciri penipuan online COD ialah oknum mengaku sebagai seorang penjual di media sosial. Kalau tidak berhati-hati, bisa saja kamu memesan produk oknum penjual tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Ada Pembayaran Clearance Jika Penipuan berupa Paket dari Luar Negeri<\/h3>\n\n\n\n<p>Kalau misalnya menjadi korban penipuan paket dari luar negeri, biasanya pelaku akan mengatakan paketnya sudah sampai di Indonesia. Namun, kurir palsu akan mengatakan pada korban untuk membayar clearance supaya paketnya bisa diantar ke alamat tujuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Clearance adalah biaya bea masuk dan biaya administrasi lainnya di mana perlu dibayar oleh konsumen. Dalam penipuan online COD ini, korban akan diminta untuk mengirim uang ke rekening pelaku.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/ciri-ciri-penipuan-paket-luar-negeri\/\" data-type=\"post\" data-id=\"10049\">Awas! Ini Ciri-ciri Penipuan Paket Luar Negeri dan Tipsnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kurir Mengaku Paket dipesan Salah Satu Anggota Keluarga<\/h3>\n\n\n\n<p>Ciri-ciri penipuan COD selanjutnya ialah kurir mengirimkan paket ke rumah korban dengan mengatakan paketnya dipesan oleh salah satu anggota keluarga. Padahal, sebenarnya tidak ada yang memesan paket tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kurir Mengatakan Paketnya dipesan Menggunakan Metode Pembayaran COD<\/h3>\n\n\n\n<p>Selanjutnya kurir akan mengatakan kalau paketnya dipesan menggunakan sistem pembayaran COD. Jadi, penerimanya harus membayar uang tunai sebanyak yang diminta oleh kurir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Paket Berisi Barang Tidak Berguna (Zonk)<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagaimana ciri ciri penipuan modus pengiriman paket dari luar negeri? Ketika kamu membuka paketnya, isinya berupa koran, kertas maupun barang tidak berguna lainnya. Barang tersebut tidak pernah kamu pesan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Hipnotis<\/h3>\n\n\n\n<p>Ada lagi bentuk penipuan lainnya, yakni pelaku menyamar sebagai kurir lalu menghipnotis para korbannya. Korban akan diminta memberikan uang yang sangat banyak. Karena dihipnotis, tentu korban akan memberikan berapa saja uang yang diminta oleh pelaku.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengatasi Penipuan Online COD<\/h2>\n\n\n\n<p>Karena ada banyak sekali modus penipuan online COD, kamu wajib untuk berhati-hati. Upayakan untuk menghindarinya melalui beberapa cara di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Memeriksa Nama dan Nomor Telepon yang Tertulis pada Paket<\/h3>\n\n\n\n<p>Bagaimana cara mengatasi penipuan online COD? Kalau kamu menerima sebuah paket, pertama periksa dahulu nama dan nomor telepon yang tertulis. Apakah nama, alamat maupun nomor telepon sudah benar.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau misalnya ada yang salah di bagian nama, alamat maupun nomor telepon, maka kamu wajib waspada. Jangan langsung membayar uang yang diminta oleh kurir.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/tips-cod-yang-aman\/\" data-type=\"post\" data-id=\"12515\">Ini Tips COD yang Aman untuk Pembeli dan Penjual<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Konfirmasi Ke Anggota Keluarga<\/h3>\n\n\n\n<p>Kalau misalnya nama, alamat maupun nomor telepon sudah benar, segera konfirmasi ke anggota keluarga yang bersangkutan. Coba tanyakan apakah benar-benar memesan paket atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, apakah bisa menolak barang COD? Kalau ternyata tidak ada anggota keluarga yang memesan paket, maka tolak saja paketnya. Katakan pada kurir kalau tidak ada anggota keluarga yang memesan paketnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pastikan kamu memberi tahu seluruh anggota keluarga untuk saling konfirmasi ketika menerima paket. Ketika ada yang belanja online, harus mengatakan ke anggota keluarga lainnya. Supaya bisa tahu apakah paket yang datang memang pesanan atau justru penipuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Mengembalikan Paket<\/h3>\n\n\n\n<p>Apakah barang COD bisa di kembalikan? Kalau kamu sudah memeriksa nama, nomor telepon dan alamat pengiriman lalu melihat ada kejanggalan, maka jangan menerima paketnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, ketika sudah konfirmasi ke anggota keluarga dan tidak ada yang memesan paketnya, maka jangan ragu untuk mengembalikannya pada kurir. Pastikan untuk mengembalikannya secara sopan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/ekspedisi-yang-bisa-cod\/\" data-type=\"post\" data-id=\"11128\">10 Daftar Jasa Ekspedisi yang Bisa COD, Cek Reviewnya Disini!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p>Apakah kita bisa melaporkan penipuan online? Kalau misalnya kurir memaksa memberikan paket padahal kamu sudah yakin itu adalah penipuan, laporkan saja pada jasa ekspedisi, pihak berwajib maupun polisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang sudah ada banyak sekali modus penipuan terutama yang menyangkut belanja online. Tetapi, kamu tidak perlu takut karena bisa menghindari maupun mengatasi penipuan online COD melalui tips dalam artikel ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah kamu mendengar berita tentang penipuan online paket COD? Sekarang ini tindak kejahatan memang mulai menyerang ke berbagai aspek termasuk belanja online. Belanja online sendiri adalah aktivitas yang sangat mudah dan menyenangkan. Tidak perlu pergi ke luar rumah, barang akan tiba di rumah. Cukup klik beberapa tombol di marketplace atau e-Commerce menggunakan gadget. Karena kemudahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13965,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":{"0":"post-12519","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-logistik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12519"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12519"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12519\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14605,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12519\/revisions\/14605"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13965"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12519"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12519"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12519"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}