{"id":12219,"date":"2023-05-14T10:00:00","date_gmt":"2023-05-14T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/?p=12219"},"modified":"2024-10-31T16:25:24","modified_gmt":"2024-10-31T09:25:24","slug":"cara-packing-kaca-agar-tidak-pecah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/cara-packing-kaca-agar-tidak-pecah\/","title":{"rendered":"Cara Packing Kaca Agar Tidak Pecah Belah Saat Kirim Barang"},"content":{"rendered":"\n<p>Kirim barang pecah belah secara online saat ini memang masih diragukan, termasuk untuk kirim kaca. Hal ini tentunya karena barang pecah belah ini memiliki berbagai macam risiko kerusakan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan barang lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, penting sekali untuk bisa selalu memperhatikan cara mengirim barang pecah belah yang baik. Hal ini tentunya agar barang tersebut tidak mudah rusak hingga tiba di tangan konsumen.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/cara-packing-barang-elektronik\/\" data-type=\"post\" data-id=\"12216\">Begini Cara Packing Barang Elektronik Anti Rusak Sampai Tujuan<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Mudah Packing Kaca dan Barang Pecah Belah Lainnya<\/h2>\n\n\n\n<p>Apabila Anda masih ragu untuk bisa menjual barang pecah belah. Berikut ini sudah ada beberapa tips packing kaca dan barang pecah belah lainnya agar tidak pecah dan tetap dalam kondisi aman saat dikirim, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Mengemas dalam Kardus yang Tepat<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara packing kaca dan barang pecah belah lainnya yang pertama yaitu Anda bisa langsung memilih kemasan kardus produk dengan ukuran lebih tepat. Kardus yang memiliki ukuran besar dibandingkan dengan barang tersebut maka akan meninggalkan bagian yang kosong.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi ketika kardus terguncang maka barang akan lebih rentan pecah. Apabila ada ruangan yang terisi udara dalam kardus tersebut, maka bisa memasukkan potongan kertas koran.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tentunya agar kardus lebih padat dan barang pecah belah lebih aman di dalam kemasannya. Jadi, saat nantinya terjadi guncangan pada barang tersebut maka tidak akan langsung terbentur area yang keras.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Menggunakan Bubble Wrap yang Cukup<\/h3>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/tentang-bubble-wrap\/\" data-type=\"post\" data-id=\"12234\">Bubble wrap<\/a> ini sebenarnya menjadi salah satu hal yang sangat penting dan efektif agar mengurangi resiko barang pecah belah rusak.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, penggunaan bubble wrap sangat dianjurkan saat ingin menggunakan ekspedisi barang yang rentan rusak lainnya. Anda juga dapat membeli bubble wrap di took yang menjual bubble wrap dalam ukuran per gulung atau meteran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Menggunakan Styrofoam<\/h3>\n\n\n\n<p>Selain bubble wrap, Anda juga dapat langsung menggunakan styrofoam untuk bisa melindungi kardus. Hal ini juga dijadikan sebagai pembungkus ekstra bagian luar paket sehingga tampak aman. Terdapat berbagai macam jenis styrofoam yang dapat digunakan untuk tambahan packing, apalagi ketika packing kaca dan barang pecah belah belah melalui ekspedisi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pilihan untuk menggunakan bubble wrap atau styrofoam sebenarnya akan langsung ditentukan oleh jenis barang pecah belah yang ingin sekali dikirim. Apabila risiko rusaknya cukup besar maka bisa langsung menggunakan bubble wrap dan styrofoam sekaligus.<\/p>\n\n\n\n<p>Akan tetapi, Anda juga bisa selalu memperhatikan biaya pengemasannya. Hal ini tentunya agar dapat dibicarakan dengan konsumen terlebih dahulu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menggunakan Packing Kayu<\/h3>\n\n\n\n<p>Cara packing kaca dan barang pecah belah selanjutnya wajib untuk menggunakan packing kayu. Terutama untuk jenis barang pecah belah yang berukuran besar atau berisiko hancur lebih tinggi selama proses pengiriman terlaksana.<\/p>\n\n\n\n<p>Packing kayu ini sebenarnya juga dapat langsung dijadikan sebagai salah satu lapisan paling luar dari paket. Jadi sebelum Anda memutuskan untuk memasang packing kayu maka bisa pastikan paket telah terbungkus dengan rapi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Menambahkan Stiker Fragile<\/h3>\n\n\n\n<p>Stiker fragile ini sebenarnya bisa langsung didapatkan dari berbagai macam ekspedisi dengan menjelaskan apa isi paket yang dikirim. Anda juga bisa membuat sendiri stiker fragile, lalu menempelkannya di bagian luar kemasan dari paket.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun Anda saat ini sudah menempelkan stiker jenis fragile sendiri, namun tetap harus menginformasikan ke jasa ekspedisi bahwa barang yang nantinya dikirim merupakan barang pecah belah dan mudah terbentuk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Memastikan Paket Tersegel dengan Rapi<\/h3>\n\n\n\n<p>Perhatikan juga pada bagian barang yang telah disegel sebelum memutuskan untuk kirim barang pecah belah ke jasa logistik. Kemasan memang harus bisa tersegel dengan rapat.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tentunya agar tidak ada risiko segel lepas maupun produk tersebut jatuh. Periksa juga seluruh barang agar tidak ada bagian yang berlubang. Proses mengemas barang pecah belah ini sebenarnya memang harus lebih hati-hati agar barang tersebut aman sampai tujuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Mencantumkan Alamat Tujuan dengan Jelas<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah proses pengemasan telah selesai, jangan lupa untuk mencantumkan alamat kirim barang pecah belah dengan jelas. Alangkah baiknya, alamat tujuan bisa Anda tempelkan di bagian luar paket dekat dengan menggunakan stiker fragile.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini tentunya akan memudahkan tim ekspedisi untuk bisa melihat stiker fragile dengan mudah. Jadi penanganan paket barang pecah belah lebih aman dan hati-hati.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga:<\/strong> <a href=\"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/cara-menulis-alamat-paket\/\" data-type=\"post\" data-id=\"14386\">Cara Menulis Alamat Paket yang Benar Sesuai Standar Ekspedisi<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">8. Memilih Ekspedisi Berpenglaman dan Terpercaya<\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian besar <a href=\"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/jasa-pengiriman\/\" data-type=\"post\" data-id=\"12155\">jasa kirim barang<\/a> pecah belah nantinya akan langsung memberikan tarif pengiriman yang lumayan berbeda. Biasanya hal ini untuk digunakan barang pecah belah ukuran besar yang telah memanfaatkan kemasan peti kayu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ongkos kirim ini yang nantinya akan langsung dihitung dilihat dari ukuran atau dimensi bukan dari berat. Hal ini juga yang menyebabkan biaya pengiriman barang pecah belah akan jauh lebih mahal.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, bisa Anda tanyakan kepada jasa ekspedisi sebelum pengiriman barang pecah belah terkait ongkos kirimnya. Hal ini dilakukan agar ketika kirim barang pecah belah tidak mengalami kendala.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kirim barang pecah belah secara online saat ini memang masih diragukan, termasuk untuk kirim kaca. Hal ini tentunya karena barang pecah belah ini memiliki berbagai macam risiko kerusakan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan barang lainnya. Oleh karena itu, penting sekali untuk bisa selalu memperhatikan cara mengirim barang pecah belah yang baik. Hal ini tentunya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":13819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"content-type":"","rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[39],"tags":[],"class_list":{"0":"post-12219","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-logistik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12219"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12219"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12219\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14576,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12219\/revisions\/14576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12219"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12219"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekidot.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12219"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}